KKN Universitas Suryakancana

Dasar Pemikiran.

Universitas Suryakancana merupakan Perguruan Tinggi yang memiliki fungsi melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan Visi: “Pada Tahun 2031 Universitas Suryakancana Menjadi Perguruan Tinggi yang Berstandar Internasional, Unggul, Mandiri Dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta Membawa Kesejahteraan Bagi Masyarakat”.

Salah satu wujud mengimplementasikan dharma pengabdian kepada masyarakat, Universitas Suryakancana melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bersinergi dengan program-program Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pasca pandemi covid-19.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu, dengan tujuan memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa dalam memadukan antara teori dengan praktik di lapangan. Oleh karena itu, proses KKN memiliki ciri khusus yang menuntut dipenuhinya landasan idiil yang secara filosofis akan memberikan petunjuk serta pengendalian pola pikir dan pola tindakan. Terdapat 4 (empat) aspek yang bernilai fundamental dan berwawasan filosofis yang tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan KKN, yaitu: (1) keterpaduan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi; (2) pendekatan interdisipliner dan komprehensif; (3) dimensi yang luas dan kepragmatisan; serta (4) keterlibatan masyarakat secara aktif.

Merebaknya Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia dengan diberlakukannya beberapa kebijakan umum pemerintah pusat tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan per wilayah, baik provinsi atau kabupaten/kota berdasarkan tingkat keparahan wabah, serta keharusan masyarakat untuk melakukan social and physical distancing (menjaga jarak aman antar individu dan menghindari kerumunan), telah berdampak pada perubahan konsep penyelenggaraan KKN. Sebagai upaya Universitas Suryakancana dalam mencegah dampak Pandemi Covid-19, Universitas Suryakancana melakukan refocusing model KKN yang akan dijalankan, yaitu dengan menempatkan 561 mahasiswa peserta KKN di lokasi masing-masing tempat mahasiswa berdomisili, untuk jangka waktu selama 30 hari dengan tetap dilakukan pembimbingan oleh 34 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Melalui bimbingan DPL, mahasiswa peserta KKN akan melakukan :

  1. Penilaian (assessment) awal/Define untuk mengidentifikasi permasalahan yang eligible di daerah lokasi KKN serta menggali potensi yang ada di desa tersebut.

  2. Setelah itu mahasiswa membuat usulan kegiatan (Design) yang sekiranya dapat dilakukan oleh masyarakat tersebut;

  3. Kemudian dalam rangka peningkatan kegiatan di masyarakat tersebut, dilakukan pengembangan (Develop) agar kegiatan atau usaha masyarakat tersebut lebih maju lagi; dan

  4. Terakhir dilakukan penyebaran informasi terkait produk dari usaha masyarakat tersebut (Disseminate) sesuai dengan kemampuan masyarakat yang difasilitasi oleh mahasiswa.

Mengingat dampak yang cukup besar akibat pandemi covid-19, maka dalam upaya tetap mendukung pertumbuhan IPM Kabupaten Cianjur, refocusing Program KKN mahasiswa Universitas Suryakancana Tahun 2020 difokuskan pada program-program sebagai berikut:

  1. Program Kemanusiaan Pencegahan Pandemi Covid-19;

  2. Program Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat/UMKM terdampak Pandemi Covid-19;

  3. Program Kegiatan Inovasi Teknologi/Informasi dalam Penanganan Pandemi Covid-19;

  4. Program Pemberdayaan BUMDES/Pemerintahan Desa dalam Memperkuat Jaring Pengaman Sosial Desa pasca Pandemi Covid-19;

  5. Membantu menyelesaikan permasalahan kesehatan di lapangan;

  6. Optimalisasi lahan perkarangan dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga;

  7. Inovasi Pembelajaran Terutama Anak Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah yang Terdampak Covid-19.

Pelaksanaan program yang menjadi pilihan mahasiswa dilakukan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dan aturan pemerintah melalui pemberlakukan physical/ social distancing.

Pengertian, Ciri, dan Sifat.

Pengertian.

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa agar dapat menjadi manusia yang mampu berintegrasi dengan lingkungan sekitar, mengabdi kepada masyarakat secara langsung, mengidentifikasi, serta belajar menangani masalah-masalah pembangunan yang sedang dihadapi. Oleh karena itu, Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan di luar kampus, di tengah-tengah masyarakat dengan maksud meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat yang ada.

Ciri.

Kegiatan KKN Universitas Suryakancana dilaksanakan dengan bercirikan:

  1. Program kegiatan ditujukan untuk pemberdayaan keluarga dan masyarakat;

  2. Program kegiatan dirancang melembaga, berkesinambungan, dan berbasis potensi lokal;

  3. Program kegiatan mencerminkan kompleksitas permasalahan masyarakat;

  4. Dilaksanakan sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk menumbuhkan dan mendayagunakan potensi lokal yang ada;

  5. Dikembangkan melalui kegiatan kreatif dan inovatif guna mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat, berkenaan dengan persoalan agama, pendidikan, lingkungan, kesehatan, maupun ekonomi yang menghadapi hambatan sehubungan dengan dampak pandemi covid-19.

Sifat.

Sifat KKN (KKN) Universitas Suryakancana 2020 adalah melembaga, koordinatif, multidisipliner, berkesinambungan dan berbasis kemasyarakatan.

Dasar Hukum.

  • Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

  • Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 148 Tahun 2009, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5067);

  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tanggal 10 Agustus 2012 Tentang Pendidikan Tinggi;

  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;

  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2011 Tentang Pengembangan Kewirausahaan Dan Kepeloporan Pemuda, serta Penyediaan Prasarana Dan Sarana Kepemudaan;

  • Peraturan Pemerintah RI Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi;

  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19);

  • Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19);

  • Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid- 19);

  • Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13.A Tahun 2020 Tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona Di Indonesia;

  • Surat Edaran Mendikbud Nomor 37676/A.A2/Ku/2020 Hal : Refocussing Anggaran Dan Penggunaan Anggaran Untuk Mendukung Bekerja Dari Rumah Dalam Rangka Pencegahan Corona Virus Disease 2019;

  • Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-L9) Pada Satuan Pendidikan;

  • Surat Mendikbud Nomor 36362/Mpk .A/Hk/2020 Hal Pembelajaran Secara Daring Dan Bekerja Dari Rumah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid- 19)’

  • Statuta Universitas Suryakancana;

  • Keputusan Ketua Umum Pengurus Yayasan Pendidikan Suryakancana Cianjur Nomor. 800/Kep.07-YPSC/2019, tanggal 03 Agustus 2019 tentang Penetapan Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, SH.,MH.,Sp.N.,Sebagai Rektor Universitas Suryakancana Cianjur Masa Bakti 2019-2024.

Prinsip Pelaksanaan.

Prinsip pelaksanaan KKN (KKN) Universitas Suryakancana 2020 adalah:

a. Keterpaduan.

KKN Universitas Suryakancana dilaksanakan secara terpadu, mencakup aspek intelektual, sosial-ekonomi, fisik dan manajerial agar mampu meningkatkan aspek pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan. Dari sisi Tridharma Perguruan Tinggi, KKN Universitas Suryakancana harus mampu memadukan unsur Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran serta pengabdian masyarakat. Dari unsur program, KKN Universitas Suryakancana harus mampu memadukan gagasan bersama antara Perguruan Tinggi, Pemerintah, Mitra Kerja dengan Kebutuhan Masyarakat.

b. Kebutuhan.

KKN Universitas Suryakancana dilaksanakan berdasarkan kebutuhan baik perorangan, lembaga-lembaga masyarakat dan pemerintah. Kegiatannya bertumpu pada kepentingan rakyat banyak dan pemerintah yang disusun oleh masyarakat, bersama masyarakat, dalam masyarakat dan untuk masyarakat atas dasar kebutuhan dan berbagai sumber yang tersedia untuk memenuhi kepentingan bersama dalam aspek kehidupan dan penghidupan.

c. Kemampuan sendiri.

KKN Universitas Suryakancana dilaksanakan dengan mengutamakan penggalian dan pengembangan potensi lokal serta peningkatan swadaya masyarakat yang bertumpu pada kekuatan masyarakat sendiri (self-reliant development).

d. Interdisipliner.

Pelaksanaan KKN Universitas Suryakancana dilaksanakan oleh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan Universitas Suryakancana secara interdisipliner, namun dalam implementasi di lapangan mahasiswa melaksanakan tugasnya atas dasar mekanisme pola pikir dan pola kerja dengan mengoptimalkan kompetensi keilmuannya.

e. Partisipati Aktif.

Dalam KKN Universitas Suryakancana, masyarakat, pemerintah beserta unsur-unsur lainnya yang berkaitan dengan program ini, didorong berpartisipasi aktif sejak perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program.

f. Keberlanjutan.

KKN Universitas Suryakancana dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, artinya program kegiatan yang telah berhasil bukan akhir dari sebuah kegiatan tetapi merupakan awal untuk lebih mengembangkan lagi ke arah yang lebih baik.

Tujuan.

Kuliah Kerja Nyata sebagai program intrakurikuler bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada mahasiswa melalui pengalaman belajar langsung dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Tujuan umum, yaitu :

  1. KKN dimaksudkan untuk membantu pencegahan Covid-19 melalui edukasi, serta pemberdayaan berbasis keluarga dan masyarakat melalui penerapan ilmu dan teknologi dalam bidang wirausaha, pendidikan dan ketrampilan, kesehatan, serta pembinaan lingkungan dengan tetap berpegang pada protokol kesehatan yang ditentukan;

  2. Mahasiswa KKN mampu melaksanakan dan menerapkan IPTEKS dalam pencegahan dan mengatasi dampak Covid-19 berdasarkan pengalaman dan disiplin ilmunya;

  3. Menjadi seorang sarjana yang mampu menyelesaikan segala persoalan yang ada di lingkungan masyarakat secara pragmatis;

  4. Mendukung dan memotivasi segala proses dan kegiatan pembangunan yang ada di lingkungan masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat;

  5. Mendekatkan perguruan tinggi dengan masyarakat;

Tujuan khusus:

  1. Melatih mahasiswa dalam mengkaji fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat;

  2. Memberikan ruang bagi mahasiswa mengaplikasikan teori yang didapatkan dari bangku kuliah demi kepentingan masyarakat.

Sasaran.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Suryakancana mempunyai 4 (empat) kelompok sasaran, yakni mahasiswa, masyarakat bersama pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Bagi Mahasiswa:

  • Memberikan pengalaman langsung untuk menerapkan konsep-konsep ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Suryakancana;

  • Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan soft skill;

  • Memperdalam pengertian, penghayatan dan pengalaman tentang: cara berfikir dan bekerja sesuai dengan pengetahuan, pengalaman dan background keilmuannya khususnya dalam mengatasi masalah di masyarakat terutama pada kondisi saat ini dalam upaya bersama sama melakukan pencegahan Covid-19 serta antisipasi dampak Covid-19;

  • Mendewasakan pola fikir mahasiswa dalam setiap menganalisis dan menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat secara Pragmatis Ilmiah dan sesuai dengan ketentuan dan pedoman yang diberlakukan;

  • Membentuk sikap dan rasa cinta, kepedulian Sosial dan tanggung jawab mahasiswa terhadap permasalahan yang ada di negara dan masyarakat saat ini terutama pada masa pandemi Covid-19;

  • Membina mahasiswa menjadi seorang motivator, innovator dan problem solver berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan background keilmuannya pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

Bagi Masyarakat dan Pemerintah:

  • Pemberian bantuan pemikiran dan tenaga dalam pemecahan masalah pembangunan daerah setempat;

  • Pola pikir dalam merencanakan, merumuskan, melaksanakan berbagai program pembangunan, khususnya di pedesaan yang kemungkinan masih dianggap baru bagi masyarakat setempat;

  • Tumbuhnya dorongan potensi dan inovasi di kalangan anggota masyarakat setempat dalam upaya memenuhi kebutuhan lewat pemanfaatan ilmu dan teknologi.

Bagi Perguruan Tinggi:

  • Mewujudkan fungsi Tridharma Perguruan Tinggi secara terpadu, selaras dan seimbang dengan kebutuhan masyarakat;

  • Melalui mahasiswa/dosen pembimbing, diperoleh umpan-balik sebagai pengayaan materi kuliah, penyempurnaan kurikulum, dan sumber inspirasi bagi suatu rancangan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang lain atau penelitian;

  • Diperolehnya bahan masukan bagi peningkatan atau perluasan kerjasama dengan pemerintahan setempat, termasuk dengan instansi vertikal yang terkait.